Tahap ke-2 Mencari Referensi-Referensi Yang Relevan
Nama : Zahra Nur Aulia
NPM : 202246500744
Kelas : R3J
Mata Kuliah: Filsafat Seni
Dosen Pengampuh : Dr. Sn. Angga Kusuma Dawami M. Sn
Meriview jurnal/artikel
Objek : Lukisan Crash (Tabrakan)
Aliran
:
Abstraksionisme
- Analisis : Untuk menelusuri fungsi unsur-unsur bentuk dan prinsip-prinsip komposisi pada sebuah karya seni, digunakan formal analysis (analisis bentuk) (Cleaver, 1966)
- Tema: Sesuai dengan judulnya, tema lukisan di atas adalah “trabrakan”, yaitu tumbukan keras antara dua kekuatan yang saling berlawanan, yang dapat mengakibatkan kekacauan atau kehancuran. Tema ini didasarkan pada inspirasi tentang gempa bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada tanggal 27 Mei 2006.
- Komposisi : komposisi atau struktur bentuk lukisan ini pada dasarnya terdiri atas unsur garis, bidang, warna, dan tekstur yang terorganisasi berdasarkan prinsip keseimbangan, keselarasan, kesatuan, irama, kontras, dan penekanan. Secara umum komposisi yang tersusun ini mewujudkan gaya abstrak dengan sentuhan gaya eskpresionistik.
- Teknik : Pertama-tama dibuat tiga bidang utama dengan warna campuran cobalt blue dan ultramarine blue untuk bagian tengah, campuran vermilion dan cadmium yellow untuk bagian bawah, dan cadmium yellow untuk bagian atas bidang lukisan. Dalam kondisi cat masih basah, kemudian ditambahkan warna prussian blue untuk membuat garis-garis tebal pada bidang warna biru tersebut dan garis-garis dasar di seluruh bidang lukisan. Selanjutnya digunakan campuran cadmium yellow dan titanium white untuk membuat garis-garis aksen di atas garis-garis biru tersebut. Untuk memperkaya (memperumit) komposisi warna, kemudian digunakan campuran warna-warna tersebut secara bervariasi. Seluruh proses penerapan media ini dilakukan melalui eksplorasi dan eksperimentasi untuk menghasilkan komposisi lukisan yang artistik.
Simpulan : Lukisan “Crash” merupakan ekspresi penghayatan pelukis terhadap peristiwa alam yang membawa manusia kepada pengalaman spiritual. Dahsyatnya bencana alam tersebut menjadikan pengalaman yang menakutkan dan mengingatkan manusia kepada kekuasaan Sang Mahapencipta. Ungkapan pikiran dan perasaan tersebut tidak disampaikan melalui penggambaran objek-objek yang nyata atau secara literal melainkan melalui gaya abstrak dengan sentuhan gaya ekspresionistik.
- lukisan berjudul “Kakak dan Adik” karya Basuki Abdullah.
https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/brikolase/article/download/3737/3683
Objek : Lukisan
Analisis : Dalam mengkaji dan menganalisis lukisan karya Basuki Abdullah berjudul “Kakak dan Adik”, metode yang digunakan adalah desk research kualitatif dengan penekanan makna, penalaran, dan definisi yang bersifat deskriptif. Di mana data diakses dan diperoleh secara online melalui jurnal, e-book, dan pendekatan teori bentuk estetis yang dijadikan acuan sebagai sumber dalam menganalisis dan mengkaji lukisan “Kakak dan Adik” (1971) karya Basuki Abdullah.
Kesimpulan : Kutipan lukisan di jurnal tersebut sejalan dengan aliran seni yang digunakan pada lukisan “Kakak dan Adik”, di mana objek yang dilukis cenderung mengangkat atau menyampaikan kenyataan hidup sehari-hari masyarakat pada masa itu. Keahlian dan kemampuan pelukis dalam menciptakan realitas tersebut didukung oleh adanya dua karakter, yaitu kakak dan adik sebagai penguat suasana dalam konsep karya lukis yang dibuat.
- ANALISIS NAZONAZO DALAM FILM ANIMASI DETEKTIF CONAN
Objek : Film Animasi
Analisis dan Kesimpulan :
Dalam
jurnal yang berjudul “Analisis Nazonazo dalam Film Animasi Detektif Conan” ini
membahas tentang permainan kata nazonazo yang muncul dalam film animasi
Detektif Conan dengan tujuan untuk mengidentifikasi jawaban dari nazonazo
tersebut dan proses pembentukannya yang kemudian diklasifikasikan ke dalam
jenis permainan kata lain. Nazonazo merupakan salah satu jenis permainan kata
yang sering ditemukan di kehidupan sehari-hari yang bentuknya sama seperti
tebak-tebakan dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari pertanyaan dan jawaban.
Jawaban dari nazonazo biasanya berupa permainan kata. Metode yang dipakai dalam
penelitian ini adalah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan
subjek penelitian berupa video yang diakses dari laman internet penyedia
layanan streaming berbasis langganan. Teori yang dimunculkan dalam ini mencakup
teori permainan kata, nazonazo, dajare, goroawase, dan anagram. Simpulan yang
didapat adalah terdapat 26 nazonazo dalam film animasi Detektif Conan yang
terbagi menjadi 16 jawaban berbentuk dajare, 3 jawaban berbentuk goroawase, 2
jawaban berbentuk anagram, dan 5 jawaban berbentuk lainnya.
- Menganalisi lukisan “THE SCREAM” KARYA EDVARD MUNCH DALAM PERSPEKTIF TEORI
KRITIK SENI
https://jurnaladat.org/web/public/full_paper/Jurnal%20Adat%20(94-101)%20-%20REPRESENTASI%20MAKNA%20DALAM%20LUKISAN%20THE%20SCREAM%20EDVARD%20MUNCH%20DALAM%20PRESPEKTIF%20TEORI%20KRITIK%20SENI.pdf
Makna dalam lukisan memberikan
arti tersendiri pada penikmatnya, seperti halnya lukisan "The Scream"
karya Edvard Munch telah menjadi salah satu karya seni paling ikonik dalam
sejarah seni rupa. Dari hal ini peneliti melakukan analisis menggunakan
pendekatan teori kritik seni untuk mengetahui makna lukisan the scream karya
Edvard Munch. Hasil analisis kritik seni terhadap lukisan The Scream ini
ditinjau dari berbagai aspek kritik seni, baik dari segi deskrisi, interpretasi
tentang warna, ekspresi dan suasana serta memberikan kesimpulan bahwa karya ini
mengisahkan tentang makna visual objek yang berdiri di atas jembatan sambil
memegang pipinya sebagai bentuk ekspresi yang bercampur dengan rasa dengan
nuansa psikologi yang multiinterpretasi dalam dimensi visual karyanya.
Objek : Lukisan
Analisis
: Pada jurnal ini bahwa Lukisan
the scream karya Edvard Munch memanglah sebuah lukisan yang sangat menarik
perhatian, pasalnya bukan karena keindahan warna ataupun kecantikan objeknya
yang diperlihatkan seperti halnya lukisan seni moderen yang muncul di awal-awal
abad ke 18 yang memperlihatkan warna dan teknik lukis yang cemerlang serta
postur yang sempurna sebagai objek di dalam lukisannya. Tetapi lukisan The
scream ini justru memberikan sensasi mencekam, menakutkan, pemilihan warna yang
kontras antara gelap dan warna menyala serta ekspresi wajah dari objek
memberikan kesan tidak menyenangkan bagi para penikmat dalam lukisan ini.
Kesimpulan
: kesimpulan bahwa lukisan "The Scream" karya
Edvard Munch menggambarkan makna yang mendalam tentang Kebingungan, ketakutan,
dan kecemasan manusia dalam menghadapi eksistensi dan kompleksitas kehidupan.
Penelitian dan analisis karya ini mengungkapkan bahwa lukisan ini adalah sebuah
perwujudan visual dari perasaan kebingungan dan isolasi yang mendasar dalam
jiwa manusia. Dalam lukisan ini, sosok yang berteriak di atas latar belakang
langit merah jingga dan berawan menciptakan suasana yang mencekam dan mengganggu.
Penggunaan warna dan garis yang kuat mengintensifkan ekspresi emosional,
menciptakan rasa takut dan kekacauan.
- Analisis Semiotik Charles Sander
Pierce Mengenai Lukisan Abstrak Ibu dan Anak Karya Agung Wiwekaputra
https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/630/jbptunikompp-gdl-ariefbudhi-31483-12-41808830-l.pdf
Objek : Lukisan
Analisis : Dalam Jurnal ini Analisis
semiotik mengenai lukisan karena adanya suatu pembentukan pemahaman akan makna
dari lukisan abstrak Ibu dan Anak yang timbul dan tercipta atas dasar jiwa
seorang pelukis yang tentu punya seorang ibu yang begitu sangat dikasihi.
Pelukis ingin menuangkan perasaannya tersebut ke atas kanvas karena seorang
seniman selalu dengan cara berkarya untuk menunjukkan pencitraannya. Lukisan
abstrak Ibu dan Anak itu sendiri memiliki berbagai arti visualisasi di
masing-masing elemen yang ada di dalam lukisan tersebut, yaitu sebagai berikut:
1. Dasar bentuk, dasar
bentuk dari lukisan abstrak Ibu dan Anak ini adalah garis berbentuk lonjong,
ada juga setengah lingkaran. Dalam ilmu seni lukis bentuk ini dapat mengartikan
sebuah objek bagi orang yang melihatnya.
2. Terdapat tulisan
“Agung W, 2003” yang mengartikan pelukis dari lukisan abstrak Ibu dan Anak
serta tahun dibuatnya lukisan tersebut.
3. Warna kuning dan
merah, kuning mengartikan kelembutan dan merah mengartikan power atau kekuatan
kasih sayang ibu dalam menjaga anaknya.
Tanda didefinisikan sebagai
sesuatu yang atas dasar konvensional sosial yang terbangun sebelumnya, dapat
dianggap mewakili sesuatu yang lain.
Kesimpulan : kesimpulan bahwa
Analisis Semiotik Charles Sander Pierce Mengenai Lukisan Abstrak Ibu Dan Anak
Karya Agung Wiwekaputra yaitu :
1. Representasi pada lukisan abstrak Ibu Dan
Anak Karya Agung Wiwekaputra yaitu dimana dalam lukisan abstrak ini terdapat
dua elemen penting yaitu objek gambar seorang ibu dan anaknya yang
masing-masing elemen tersebut mempunyai arti kedekatan, kasih sayang dan ikatan
batin yang sangat kuat diantara keduanya yang di visualisasikan oleh pelukis.
2. Objek pada lukisan abstrak Ibu Dan Anak
Karya Agung Wiwekaputra yaitu pengolahan ide dan emosi yang ada dalam benak
pelukis untuk menciptakan kesan baru dan pemahaman akan arti dan makna dalam
lukisan tersebut. Dalam lukisan abstrak Ibu dan Anak digambarkan sosok seorang
wanita berambut panjang dalam keadaan melingkarkan tangannya seolah sedang
memegang atau menggendong sesuatu, oleh pelukisnya ini diartikan sebagai
seorang ibu yang sedang menggendong anaknya.
3. Interpretan pada lukisan abstrak Ibu Dan Anak Karya Agung Wiwekaputra yaitu dasar bentuk dari lukisan abstrak Ibu dan Anak yaitu garis berbentuk lonjong, ada juga setengah lingkaran. Dasar bentuk ini menginterpretasikan sebagai wujud manusia. Terdapat tulisan “Agung W, 2003” yang mengartikan pelukis dari lukisan abstrak Ibu dan Anak serta tahun dibuatnya lukisan tersebut. Warna kuning dan merah, kuning mengartikan kelembutan dan merah mengartikan power atau kekuatan kasih sayang ibu dalam menjaga anaknya
- Lukisan “Normal” karya Aly Waffa
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/47873/39970
Objek
: lukisan
Analisis dan kesimpulan: Di dalam jurnal lukisan Karya berjudul “Normal” ini menjukkan kejayaan karakter visual lukisan Aly Waffa. Tema atau objek gambar yang diciptakan bervariasi dan tumbuh. Konsep cerita yang menyatukan antara manusia, hewan, alam atau tempat tinggal memberikan suasana yang hidup seolah-olah saling bercengkrama. warna-warna yang digunakan pada periode ini cenderung terang dan penuh warna. Berbentuk pemukiman ramai padat penduduk, goresan garis pada lukisan ini terlihat tegas namun seimbang dengan objek gambar imajinatif juga tekstur yang timbul. Suasana kemakmuran tergambar jelas dalam lukisan. Kebebasan dan kegembiraan memenuhi lukisan, berharap agar abadi dengan rasa itu. Alur cerita yang komunikatif dapat di ilhami dengan mudah. Objek-objek detail secara tidak sengaja sudah menjelaskan dengan jelas dan peran manusia menjadi point of interest atau pemeran utama dan pemegang pengaruh tertinggi dalam kehidupan.
- Lukisan “Wonderful Life” karya Aly Waffa
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/47873/39970
Objek
: Lukisan
Analisis
visual dan kesimpulan : Di dalam jurnal Karya berjudul
“Wonderful Life” ini menunjukkan eksistensi lukisan Aly waffa yang semakin kuat
dengan karakter visualnya. Goresan garis yang membentuk sebuah akar besar yang
saling terbentuk dan terhubung terkesan memberikan pijakan baru bagi objek
makhluk hidup. tambahan objek pelangi dengan banyaknya biota laut yang
bermunculan tampak memberikan sebuah harapan dan kenyataan baru yang damai dan
cemerlang. Warna-warna yang digunakan pada periode ini jelas terang dengan
penambahan detail objek gambar wana-warni mirip pada periode 2021. Warna yang
terlihat cerah dengan dominan biru tosca itu berusaha menjelaskkan suka cita
tak terbatas atas dasar rasa syukur. Komposisi warna yang selaras memberikan
pengaruh damai dan indah. Dengan tekstur dan corak yang sama dengan sebelumnya,
penyuguhan efek sorotan cahaya yang hadir menambah visual tampak begitu jelas
dan ter arah.
- Lukisan “Survival” karya Aly Waffa
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/47873/39970
Objek
: lukisan
Analisis
visual dan kesimpulan : Di dalam jurnal Goresan pada karya
berjudul “Survival” dipenuhi dengan gedung-gedung, sebagai simbol tempat
tinggal ini menjukkan karakter visual lukisan Aly Waffa yang konsisten. Tema
atau objek gambar yang diciptakan makin bervariasi dan tumbuh. Objek-objek yang
ada dilukisan tersebut berlalu lalang dengann kesibukannya masingmasing. Hal
tersebut sesuai penjelasan dari konsep yang tealah dibuat yaitu semua orang
pada masa pandemi saling berbicara tentang bagaimana bisa bertahan hidup.
warna-warna yang digunakan pada periode ini terlihat jelas terang dengan
penambahan detail objek gambar wana-warni. Goresan yang tegas dan kokoh
terlihat jelas di setiap sisinya. Dengan background mulai terang, berharap
harapan baik akan segera datang. Goresan teknik kerok berwarna gelap dimungkinkan
karena terlalu jemu berada di rumah dan tidak melakukan apa-apa. Tekstur yang
membentuk goresan semu menambah satu kesatuan yang memperkuat narasi atau jalan
cerita dari konsep itu sendiri.
- Lukisan “Zoo On Mars” karya Aly Waffa
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/47873/39970
Objek : lukisan
Analisis visual dan kesimpulan : Di dalam jurnal Sesuai dengan konsepnya karya yang berjudul “zoo on mars” ini menjukkan penyempurnaan visual dan karakter lukisan Aly Waffa. Penambahan tema atau objek gambar yang berlalu lalang tidak beraturan. objek manusia dengan hewan saling beriringan dan saling bergemuruh dalam setiap detail gambar, menciptakan narasi imajinasi yang kuat. Banyak ekspresi yang dihadirkan, namun yang digambarkan dalam lukisan tersebut tidak memahami dengan sebenarnya yang terjadi sesuai keadaan atau suasana saat ini sering terjadi warna-warna yang digunakan sama dengan warna-warna pada tahun 2018. Cenderung dingin dengan efek-efek imaji yang menguatkan karakter. Goresan garis pada lukisan ini tidak begitu terlihat, mungkin dikarenakan konsep lukisan itu sendiri. Dari segi tekstur tetap sama-sama bertekstur timbul.
- LUKISAN ‘ORANAMEN TROPIS’ KARYA JOKO PRAMONO DENGAN PENDEKATAN TEORI IKONOGRAFI DAN IKONOLOGI
https://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/racana/article/download/5207/3673/16521
Objek : lukisan
Kesimpulan : Simpulan
penelitian ini yang pertama mengenai berbagai pemaknanan visual lukisan
‘Ornamen Tropis’ karya Joko Pramono (2017) , yang terdiri dari makna faktual
dan makna ekspresional. Makna faktual lukisan ini adalah objek manusia
berkepala burung yang duduk disarang seperti menikmati waktu bersama
keluarganya, pengembala yang duduk di atas sapi,tiga anak laki-laki memegang
ikan, wanita berambut ungu yang memegang burung, sosok manusia berbadan
anyaman, anak laki-laki yang menatap puzzle, sosok manusia yang tertidur di
samping sofa, dan perempuan yang duduk mengamati sekitarnya. Berdasarkan
sejarah gaya, lukisan tersebut dapat dikategorikan sebagai gaya surealis yang berkembang
pada masa kontemporer. Penggambaran ekspresional dari seluruh objek tersebut
mengungkapkan suatu kondisi merindukan alam yang subur atau sedang bernostalgia
mengenai alam Indonesia yang dulunya masih terjaga dan banyak lahan hijau.
Dalam hal penggayaan, lukisan ini dikatergorikan sebagai perpaduan gaya
surealis dan realis. Simpulan yang kedua yaitu tentang tema yang diungkapkan
dalam lukisan ‘Ornamen Tropis’ adalah perubahan gaya hidup lingkungan tempat
tinggal seniman.
- UNSUR
SINEMATOGRAFI PADA FILM MENCURI RADEN SALEM
https://proceeding.unindra.ac.id/index.php/semnasdesainmedia/article/view/6945/2172
Objek : Film
Kesimpulan : pada jurnal ini, dapat disimpulkan, SIMPULAN Film “Mencuri Raden Saleh” merupakan film yang menarik dari segi sinematografi dan segi budaya. Sebab didalamnya bukan hanya menampilkan unsur visual yang baik namun juga menjadikan film ini sebagai wadah edukasi bagi generasi muda, yang tentunya bisa menambah pengetahuan baru bagi penonton. Film ini menjadi salah satu contoh bagi dunia perfilm-an di Indonesia, bahwasanya penting menerapkan unsur edukasi dalam konsep visual yang baik sehingga dapat menjadi film yang berguna bukan hanya menjadi tontonan saja tetapi menjadi sarana belajar juga. Harapan kami untuk industri film Indonesia semoga bisa terus maju dan berkembang hingga ke mancaneg.
- REPRESENTASI MOOI INDIE DALAM LUKISAN JELEKONG
https://journal.isi.ac.id/index.php/ars/article/view/5715
Objek : lukisan
Kesimpulan
Lukisan Jelekong yang dihasilkan pada tahun 2019 dan 2020 menggambarkan objek
khas yang sering dilukiskan seniman Mooi Indie, yaitu gunung, sawah dan pohon,
serta objek gambar lain yang dapat menampilkan pemandangan alam Indonesia yang
hijau, namun keindahan alam yang dilukiskan seperti alam yang dimiliki
negaranegara Eropa, seperti ciri khas lukisan Mooi Indie. Selain itu, lukisan
Jelekong yang dihasilkan pada tahun 2019 dan 2020 seringkali menampilkan
pemandangan alam yang berbeda dengan pemandangan alam di Kampung Jelekong, yang
mana area persawahan Jelekong tidak terlalu dekat dengan gunung, tidak terdapat
sungai yang menjadi pemisah antara sawah di bagian kanan dan kiri dan juga tidak
dikelilingi oleh pepohonan yang lebat seperti yang sering digambarkan dalam
lukisan Jelekong. Sehingga peneliti berkesimpulan bahwa lukisan Jelekong
merupakan lukisan imajiner yang kemungkinan pelukis membayangkan alam di luar
Kampung Jelekong atau sering melihat lukisan pemandangan Barat yang kemudian
dituangkan dalam lukisan Jelekong.
- Lukis Kontemporer Karya Andie Aradhea
dalam Pendekatan Kritik Seni
https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/atrat/article/viewFile/2224/1363
Objek
: Lukisan
Seni
lukis kontemporer karya Andie Aradhea ini memfokuskan permasalahan pada
bagaimana latar belakang seni lukis kontemporer, mengapa seni lukis Andie
Aradhea bergaya dekoratif dan kontemporer, bagaimana bentuk estetik seni lukis
kontemporer karya Andie Aradhea. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan
menjelaskan latar belakang seni lukis kontemporer, memahami dan menjelaskan
serta menganalisis estetika seni lukis kontemporer Andie Aradhea. Metode atau
langkah-langkah penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi
penelitian di Studio Lukis & Ruang Seni Cipta Wening 459 Cimahi, Jawa
Barat. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan dan interpretasi analisis dengan pendekatan kritik
seni Dharsono Sony Kartika, untuk mengetahui makna estetiknya menggunakan teori
estetika Monroe Beardsley. Hasil penelitian menunjukkan kepedulian rasa cinta
perjalanan seorang seniman.
Kesimpulan
: pada jurnal ini Warna
pada lukisan-lukisan karya Andie Aradhea memiliki banyak variasi pencampuran
warna mulai dari hue, tone, shade, chroma, primer, sekunder, dan tersier.
Goresan karya-karya Andie Aradhea yaitu ekspresif, impresionis, dan surealis
dengan goresan kasar dan tidak beraturan namun membentuk objek yang digambar,
karya-karya termasuk pada bidang seni rupa kontemporer, hal ini menjadi ciri
khas dalam lukisan karyanya.
- Artefak Cinta Dalam Karya Lukis Abstrak Ekspresionis Acep Zamzam Noor
https://journal.umtas.ac.id/index.php/magelaran/article/view/1407/854
Objek
: Lukisan
Dalam jurnal tersebut, Visualisasi Artefak Percintaan kita, Proses penciptaan adalah proses visualisasi atau pembentukan karya. Tahap ini adalah tahap proses berkarya yang dimulaidengan pematangan konsep, perenungan, melihat, eksperimen ataupun finishing akhir melahirkan pembentukan karya. Dalam membuat sebuah karya seni, seorang seniman tidak serta merta berangkat dari ruang kosong, mereka menempuh beberapa tahapan proses berkarya sesuai gaya yang mereka biasa lakukan.
Kesimpulan : Pada jurnal ini Dapat disimpulkan bahwa konsep ide gagasan dalam penciptaan karya lukis artefak percintaan kita karya Acep Zamzam Noor ini berasal dari alam prakesadaran dan bermain. Ide gagasan yang ingin disampaikannya yaitu tentang perjalanan panjang mengenai kehidupan yang dilalui Acep Zamzam Noor dari zaman dulu sampai sekarang.Kemudian diperoleh bahwa dalam proses kreative Acep Zamzam Noor di bagi menjadi tiga, yaitu prapenciptaan dimana berisi tentang persiapan menentukan konsep ide penciptaan dan persiapan bahan danalat melukis. Kemudian proses penciptaan yang berisi tentang bagaimana dan teknik apa yang digunakan Acep Zamzam Noor. saat melukis, dan yang terakhir proses pascapenciptaan yaitu dimana membahas tentang cara Acep Zamzam Noor mempresentasikan karyanya.
- ANALISIS
UNSUR INTRINSIK PADA FILM KARMA KARYA BULLAH LUBIS
https://mail.e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/PROPORSI/article/viewFile/561/745
Objek : Film
Analisis : Film
“karma” adalah sebuah film yang bergenre drama musikal percintaan. Film “karma”
mengisahkan dua orang insan yang saling mencintai seseorang gadis yang bernama
Yuli.
Kesimpulan
: Unsur
instrinsik di dalam film “karma” ini dimulai dari menganalisa tema, alur,
latar, bahasa, dan pesan moral yang tujuannya agar dapat mengetahui keterkaitan
hubungan dari setiap konflik cerita yang terjadi di dalam film tersebut.
Konflik di dalam film yang merupakan klimaks dari sebuah karya terjadi ketika
Raja menyatakan kepada Yuli dan diketahui oleh Romi yang merupakan adik kandung
Raja. dan ketika Romi mengatakan serta mengingatkan Raja akan karma yang sangat
diyakini di dalam adat istiadat Batak Angkola-Mandailing terutama daerah
Tapanuli Selatan, jika suka mengganggu pasangan orang lain apalagi pasangan
adik kandung sendiri. Namun Raja tidak mengubris peringatan Romi dan tetap
ingin meneruskan niatnya untuk mendapatkan Yuli. Dan konflik mulai mengalami
penurunan dan sampai kepada tahap penyelesaian alur cerita. Ketika, perasaan
menyesal menghantui Raja ketika Romi terluka karena tusukan pisau yang
dibawanya ketika menghadang Romi dan Raja mendatangi Romi yang terbaring lemah
dirumah Yuli untuk meminta maaf. namun takdir berkendak lain, karma yang
diyakini pun datang. Romi dan Yuli meninggal dunia. Dengan rasa penyesalan Raja
pergi meninggalkan rumah Yuli dengan mengendarai Mobil dengan laju yang kencang
dan ditengah jalan Raja melihat sosok Romi dan Yuli sehingga tanpa disadari
Raja pun menabrak Pohon sehingga dia pun meninggal dunia. Dan konflik cerita di
dalam film pun terselesaikan oleh sang sutradara.
- ESTETIKA SENI LUKIS KARYA KOEBOE SARAWAN
https://www.researchgate.net/publication/333870292_ESTETIKA_SENI_LUKIS_KARYA_KOEBOE_SARAWAN
Dalam
jurnal ini, Sebagai suatu karya seni enam lukisan Koeboe Sarawan telah
mengandung nilai-nilai estetik. Kesatuan, bahwa masing-masing karya terlihat
adanya kesatuan diantara unsur-unsur yang saling melengkapi antara unsur
(titik, garis, warna, tekstur), prinsip (harmoni, repetisi, gradasi,
perspektif), dan azas (kesatuan, keseimbangan). Secara keseluruan unsurunsur
seni secara sinergi membentuk dan mengisi bentuk/figur yang disajikan dalam
karya seni lukis Koeboe. Kompleksitas, bahwa setiap karya yang disajikan Koeboe
tidak sederhana. Setiap bentuk yang hadir dalam karya seni lukis telah digarap
dengan capaian kesan detail. Permainan ruang juga mendominasi karya seni lukis
Koeboe, adanya garis horizontal yang didukung dengan pengolahan gradasi warna
yang tepat bidang kanvas yang wajar mampu membentuk kedalaman ruang yang tidak
terbatas. Beberapa suasana yang terbangun, yakni: hening, sepi, dramatis,
fantastis, mistik, suram, nglangut, hingga suasana mencekam.
- TARI
HUDOQ SEBAGAI OBJEK BERKARYA SENI LUKIS
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart/article/view/45836
Dalam
jurnal ini, Tari Hudoq adalah bentuk tari persembahan masyarakat Dayak pada
para dewa yang diyakini berpengaruh bagi kehidupan mereka. Tujuan tari tersebut
adalah permohonan keselamatan atas alam, dan pertanian. Fenomena
Tari Hudoq ini sangat unik sebagai ekspresi estetis masyarakat etnis Dayak,
dalam tarian tersebut sebagai unsur ritual baik garda dalam apresisasi tarian
yang memiliki nilai transedental serta menunjukkan nilai artistik yang tinggi
mereka.Tari Hudoq dapat dikatakan sebagai tarian kesenian rakyat bahkan dapat
dikatakan tarian primitif, namun sesungguhnya tarian tersebut merefleksikan
kekayaan kreativitas yang sangat besar, pada variasi topeng yang sangat
beragam.
- Alat Make Up Sebagai Objek Dalam Karya Seni Lukis
https://prin.or.id/index.php/JURRSENDEM/article/view/1393/1427
Dalam jurnal ini disimpulkan bahwa Karya akhir ini
merupakan karya yang diangkat dari pengalaman dan pengamatan penulis secara
langsung yang terjadi di lingkungan penulis mengenai permasalahan rasa
ketidakpercayaan diri wanita yang dimetaforkan ke dalam bentuk objek alat make
up dan kemudian memvisualisasikan bentuk-bentuk
yang diinginkan sesuai
dengan konsep karya. Setiap
permasalahan wanita berupa tidak percaya diri dalam hidupnya memiliki permasalahan yang
sama yang penulis rasakan dan dari pengamalaman tersebut kemudian penulis wujudkan
melalui karya seni lukis kontemporer.
- SENI LUKIS KARYA WIRYONO PERIODE 2006-2012
https://www.researchgate.net/publication/332444841_SENI_LUKIS_KARYA_WIRYONO_PERIODE_2006-2012
Seni
lukis karya Wiryono memiliki keunikan tersendiri, terutama terkait dengan
teknik, fantasi, bentuk, dan metafor yang ditampilkan dalam karya. Ketertarikan
meneliti karya Wiryono karena teknik dan estetika yang dihadirkan memiliki
keunikan tersendiri. Dalam hal ini terdapat enam (6) karya yang diangkat
peneliti untuk menjadi bahan penelitian, yaitu berjudul: Kacamata Hidup, Gala
My Inspiration, Wanita Berkedok, Metamorfose, Nanda Wibawa dan Kehormatan,
Memori Dalam Fenomena. Keenam karya tersebut di pilih menjadi tiga (3) karya yang
terkait dengan tema kehidupan Wiryono. Ketiga karya tersebut yaitu: Kacamata
Hidup, Wanita Berkedok, Nanda Wibawa dan Kehormatan. Untuk membedah ketiga
karya tersebut menggunakan teori kreativitas Monroe C. Beardsley bahwa dalam
menciptakan karya terdapat unsur kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan
kesung -guhan (intensity). Ketiga unsur tersebut harus saling terkait untuk
menciptakan karya sesuai pemikiran atau ide gagasan awal kemudian baru di
visualisasikan dalam media kanvas atau kertas.
- FENOMENA AKU SETELAH PANDEMI
COVID-19 SEBAGAI IDE PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS
Fenomena yang terjadi baik sedang dan seteah Pandemi Covid-19 menjadi pemantik dalam ide penciptaan karya seni lukis. Setelah Pandemi Covid-19 tentu akan banyak aktifitas yang bisa dikerjakan oleh seorang manusia. Metode menggunakan Practice Based Research. Karena adanya kegelisahan dalam diri dan didukung menggunakan literatur atau teori sebagai penguatan. Ada lima proses kreativitas yaitu: persiapan, konsentrasi, inkubasi, iluminasi, dan verifikasi.Hasilnya berupa karya seni lukis dengan judul “My Body, My Home, dan My Thinking”. Situasi yang tidak nyaman akan kesendirian justru menjadi dorongan dalam memanfaatkan waktu luang untuk lebih aktif dan produktif dalam kekaryaan.Atas dasar upaya mendalami diri dan berpikir jauh ke depan memunculkan jiwa-jiwa semangat untuk kreatif walaupun berada pada masa sulit dan menjadi lebih visioner. Pada akhirnya, memang perilaku-perilaku menyimpang baik yang berefek baik/buruk untuk dirinya sendiri maupun orang lainnya. Perilaku tersebut, terasa akan bisa hilang sesaat dan kembali lagi dalam waktu yang tidak terduga.
- KAJIAN SENI LUKIS KARYA YUNUS SUNARTO
https://jurnal.isi-ska.ac.id/index.php/gelar/article/view/1547
kesimpulan pada jurnal ini,
Pertama: Yunus Sunarto dalam proses penciptaan karya seni lukis merupakan penggambaran kembali peristiwa- peristiwa yang terjadi pada alam sekitar. Aspek-aspek yang berkaitan dengan karya lukisnya antara lain: Konsep. seni lukis yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. ia hanya ingin mengekspresikan sebuah emosi dan kenyataan kehidupan batinnya dalam bentuk obyek kenyataan sehari-hari. Medium dan alat yang digunakan adalah cat minyak dan kanvas. Yunus Sunarto dalam melukis sangat tidak terikat dengan teknik dan gaya, di mana ada ide secepatnya diwujudkan ke kanvas, dalam berkarya tidak terikat oleh waktu dan tempat, tergantung situasi dan kondisi, menyesuaikan waktu, antara waktu untuk kantor dan waktu untuk melukis.
Kedua: Bentuk seni lukis dari enam lukisan Yunus Sunarto yang mempresentasikan objek-objek alam dan isinya adalah sebagai karya seni yang mempunyai nilai-nilai estetika di antara unsur-unsur yang saling melengkapi antara warna, garis, tekstur, gradasi, irama, dan unsur desain dalam penyusunan objek-objek figur dan alam benda pada bidang kanvas. keenam karya tersebut secara sinergi membentuk dan mengisi objek-objek manusia, perahu, buah, tebing, pepohonan, pesawat terbang, topeng-topeng, dan alam benda. Unsur tekstur dalam lukisan itu terbentuk oleh garis dan warna cat yang melekat dalam bidang kanvas. Yunus Sunarto menyusun objek-objek dan alam benda dalam setiap judul lukisan memunculkan variasi- variasi, misalnya menempatkan Gatotkaca dengan pesawat (antara Barat dan Timur), antara Arjuna dengan Apel (Arjuna Mencari Apel), pemilihan obyek dan melukis tempat sembahyang yang di pinggir laut (Tanah Lot), Manusia di antara topeng-topeng (Wanita Bertopeng), Perahu yang tidak tertata simestris (Perahu-Perahu Nelayan), Penggambaran Wanita yang menari bersama Topeng (Tiga Penari). Pembuatan garis-garis yang membentuk sifat atau karakter objek tokoh, objek alam serta alam benda sehingga benda seni tersebut mengandung unsur kompleksitas. Pemilihan warna yang cenderung suram dan berat (hitam, coklat, coklat tua, biru, maron, dan merah). Kadang sangat glamor (merah, kuning, biru muda, hijau). Objek-objek tersebut sebagai pusat perhatian, disusun pada bagian titik poros tengah bagian kanan dan kiri bidang gambar.
Ketiga: Karya Yunus Sunarto sering mendapat apresiasi bahkan dikoleksi oleh sebagian masyarakat Kediri dan sekitarnya. Segala bentuk pengamatan ada pada lukisan Yunus Sunarto yang dianggap mempunyai ciri khas lebih dibanding beberapa lukisan karya teman-teman pelukis di Kediri, Namun yang paling harus diakui oleh masyarakat Kediri pada khususnya, bahwa Yunus Sunarto merupakan aset daerah yang perlu mendapat apresiasi dan penghargaan tersendiri.
- KAJIAN MAKNA DAN FUNGSI PADA LUKISAN ADI SUPRIADI “RENOVASI DIRI” MELALUI SUDUT PANDANG KAUSALITATIF
https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/atrat/article/view/574
Dalam jurnal ini dapat dismpulkan bahwa Still Life adalah lukisan yang dapat menampilkan perkembangan sejarah dan sosial dengan baik. Sifat personal lukisan still life dapat dilihat dari kecenderung seseorang untuk menggambarkan benda-benda yang identik dengan kehidupan mereka. Lukisan Jelekong merupakan salah satu warisan pelukis naturalis Belanda atau Eropa yang telah menetap di Indonesia. Hipotesis yang akan dibuktikan adalah kurang signifikannya perkembangan visual lukisan Still Life di Jelekong meskipun telah ada beberapa pelukis yang membekali gelar sarjana seni. Hal ini kemungkinan besar karena target mereka yang terfokus pada komersialisasi atau etos kerja mereka yang berdasarkan pada pemesanan karya.
Komentar
Posting Komentar